Sabtu, 07 Agustus 2021

BAB 4 Menyibak Ilmu dalam Laporan Hasil Observasi (Lanjutan)

 

Menelaah Bahasa pada Teks Laporan Hasil Observasi

1. Mendaftar istilah pada teks hasil observasi: Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.

2. Menelaah untuk Melengkapi Teks Laporan Hasil Observasi

3. Menelaah dan Memperbaiki Kepaduan Paragraf

4. Menyunting kalimat yang mengungkapkan klasifikasi

5. Menyunting kalimat (kalimat yang boros)

6. Menelaah prinsip penggunaan kata, kalimat, tanda baca dan ejaan

a. Penggunaan Imbuhan Asing dalam Teks Laporan Hasil Oservasi

b. Menelaah Kesalahan Penggunaan Bahasa dan Tanda baca/ejaan

c. Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku

d. Prinsip Kehematan dalam Penggunaan Kalimat

 

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang menggunakan kaidah atau struktur Bahasa Indonesia dan pilihan kata baku. Ketidakefektifan kalimat dapat membuat pesan yang disampaikan pembicara atau penulis tidak sampai sehingga akan beda maknanya saat ditangkap oleh pendengar atau pembicara.

 

Pengertian Kehematan Kata

Kehematan adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Kriteria penghematan kata adalah:

● Menghilangkan pengulangan subjek

● Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata

● Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat

● Tidak menjamakkan kata kata yang berbentuk jamak

 

D. Merangkum dan Menyajikan Laporan Hasil Observasi

Langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi

1. Menentukan Topik yang akan Ditulis

2. Menyusun Kerangka Laporan

3. Menentukan Informasi yang Diperlukan dan Cara Mencari Informasi

4. Menata Informasi dan Hasil Rangkuman Menjadi Teks Hasil Laporan Observasi

5. Menata Informasi yang Diperoleh Sesuai Struktur Teks Hasil Observasi

6. Memvariasikan Kalimat dan Pengembangan Paragraf pada Teks Laporan Hasil Observasi

BAB 4 Menyibak Ilmu dalam Laporan Hasil Observasi (Lanjutan)

 

Cara mencari gagasan pokok teks ialah:

1. Mendaftar kata kata kunci pada teks

2. Memetakan bagian bagian pada teks hasil observasi

3. Memetakan paragraf (memilih kalimat yang utama dan kalimat penjelas)

4. Menentukan kalimat utama (kalimat yang dijelaskan kalimat lain)

5. Merumuskan inti kalimat utama

 

Contoh gagasan pokok dalam teks hasil observasi

Kalimat Utama: Dalam kehidupannya, lebah mempunyai sistem pembagian kerja yang baik.

Gagasan Utama: Sistem pembagian kerja lebah yang baik.

Biasanya tiap paragraf akan mengandung kalimat utama yang didalamnya terdapat

gagasan pokok. Dan setiap ada ide pokok, pasti ada ide penjelas yang menguatkan

ide pokok tersebut. Ide penjelas ini jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang ide

pokok. Hal itulah yang kemudian bisa dijadikan bagan seperti berikut ini.

 

C. Menelaah Struktur dan Bahasa Teks Hasil Observasi

Menguraikan Struktur Teks Hasil Observasi

Struktur Teks Hasil Observasi

● Pernyataan Umum: Pernyataan umum mengandung definisi atau gambaran secara umum mengenai teks hasil observasi. Ini nantinya menjadi gambaran mengenai isi teks yang hendak dipaparkan.

● Deskripsi Bagian: Deskripsi bagian berisikan tentang informasi inti, seperti jenis jenis, dasar klasifikasi, informasi umum, informasi mendetail, dan masih banyak lagi yang lainnya. Biasanya terdiri dari 1 atau beberapa paragraf, tergantung panjang teks observasinya.

● Deskripsi Manfaat: Disini menjelaskan mengenai manfaat hal yang dibahas di teks observasi. Entah itu manfaat untuk ilmu pengetahuan, alam, manusia, hewan, atau yang lainnya.

● Simpulan: Sebenarnya kesimpulan ini boleh ada ataupun tidak. Di dalam simpulan mengandung penjelasan ringkas dan padat mengenai isi teks observasi. Dalam mengambil data atau informasi penting, biasanya cukup lewat simpulan saja sudah bisa didapatkan.

 

Membandingkan Teks Laporan Hasil Observasi dan Teks Deskripsi

Terdapat beberapa perbedaan tentang teks laporan hasil observasi dan teks deskripsi. Jika teks hasil observasi membahas hal secara umum dan biasanya digunakan untuk keperluan ilmiah. Biasanya untuk pengamatan, penelitian, dan lain sebagainya. Sedangkan teks deskripsi membahas secara unik, indivudal dan biasanya digunakan untuk dipublikasikan di internet, media cetak, buku, dan masih banyak lagi yang lainnya.

BAB 4 Menyibak Ilmu dalam Laporan Hasil Observasi

 

Menyibak Ilmu dalam Laporan Hasil Observasi

Teks hasil observasi adalah laporan berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan pada hasil kegiatan observasi. Jadi siapapun bisa membuat teks observasi, karena ini bersifat ilmiah namun masih ringan untuk dibaca ketimbang jurnal atau yang lainnya. Tapi biasanya berbentuk formal dan diobservasi oleh ahli. Teks laporan hasil observasi dapat ditemukan di buku pengetahuan (buku ilmiah populer). Buku tersebut membahas secara sistematis karakteristik hewan, tumbuhan, objek alam, objek ciptaan manusia, atau suatu konsep.

 

A. Mengidentifikasi Teks Hasil Observasi

Mengenali Ciri Tujuan dan Isi Teks Hasil Observasi

Ciri Ciri Laporan Hasil Observasi

● Isi yang dibahas adalah ilmu tentang suatu objek atau konsep.

● Objek yang dibahas bersifat umum sehingga menjelaskan ciri umum semua yang termasuk kategori atau kelompok itu (judul bersifat umum: Pantai,Museum, Demokrasi).

● Bertujuan menjelaskan dari sudut pandang ilmu.

● Objek atau hal dibahas secara sistematis, dirinci bagian bagiannya, dan objektif.

● Memerinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu (definisi, klasifikasi, jabaran ciri objek).

Teks laporan hasil observasi menghadirkan informasi tentang suatu hal secara apa adanya lalu dikelompokkan dan dianalisis secara sistematis sehingga dapat mejelaskan suatu hal secara rinci dan dari sudut pandang keilmuan. Teks ini berisi hasil observasi dan analisis secara sistematis. Laporan hasil observasi bisa berupa hasil riset secara mendalam tentang suatu benda, tumbuhan, hewan,konsep atau ekosistem tertentu. Teks laporan hasil observasi biasanya berisi dengan fakta fakta yang bisa dibuktikan secara ilmiah.

 

Mengidentifikasi Ciri Bahasa Teks Laporan Hasil Observasi

Teks observasi tak jauh jauh dengan yang namanya “istilah”. Istilah adalah kata atau

gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Istilah biasanya merupakan kata asing, sehingga diperlukan pengetahuan yang lebih mengenai kosakata. Oleh karena itu, dibutukanlah kamus istilah, seperti kamus istilah kimia, kamus istilah ekonomi, kamus istilah fisika, kamus istilah kedokteran, dan lain sebagainya. Atau biasanya disebut sebagai glorasium.

 

B. Menyimpulkan Isi Teks Laporan Hasil Observasi yang Berupa

Buku Pengetahuan yang Dibaca dan Didengar Menyimpulkan Isi Teks Hasil Observasi dalam Bentuk Diagram Salah satu metode pengumpulan isi atau informasi dari teks observasi ialah dengan bentuk diagram. Di dalam diagram tersebut akan menampung banyak sekali informasi penting dari teks hasil observasi. Semisal seperti ciri ciri khusus dari hal yang diobservasi, definisi, jenis jenis, dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Menyimpulkan Gagasan Pokok Teks Hasil Observasi

Gagasan pokok menjadi sangat penting dari teks hasil observasi. Hal ini dikarenakan di dalam gagasan pokok terkandung informasi utama yang paling penting. Informasi penting itu hanya bisa didapatkan dari hasil pengamatan yang dilakukan observer. Dengan didapatkannya gagasan pokok, kita bisa lebih tahu tentang isi dari teks observasi. Dalam mencari gagasan utama atau gagasan pokok pun juga tidak boleh sembarangan. Pastikan kamu sudah membuat pertanyaan yang paling utama dankemudian jawabannya akan ditemukan di dalam teks observasi.

BAB 3 Mewariskan Budaya Melalui Teks Prosedur (Lanjutan)

 

Ciri Ciri Kalimat Perintah:

Kalimat perintah merupakan kalimat yang mengandung makna memerintah atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penutur atau penulisnya.

1. Intonasi pada bagian tengah kalimat naik atau meninggi.

2. Diakhiri dengan tanda baca seru.

3. Kalimat perintah menggunakan pola inversi.

4. Biasanya menggunakan partikel lah ataupun kan.

d. Penggunaan kata keterangan cara, keterangan alat, dan keterangan tujuan pada teks prosedur: Kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain, seperti verba (kata kerja) atau adjektiva (kata sifat). Adverbia yang banyak digunakan pada teks prosedur adalah keterangan cara, keterangan alat, dan keterangan tujuan.

e. Menggunakan Kalimat Saran atau Larangan Teks prosedur bertujuan untuk memandu pembaca agar selamat, aman, dan dapat mencapai tujuan yang maksimal. Sehingga bahasa yang digunakan dalam teks prosedur haruslah menggunakan bahasa saran, larangan, dan keharusan agar pembaca bisa berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.

f. Menggunakan Kata Penghubung, Pelesapan, dan Kata Acuan Teks prosedur harus memiliki kata penghubung seperti kemudian, sekarang, berikutnya, dan setelah ini. Supaya kata penghubung tidak diulang ulang secara terus menerus, maka dibutuhkanlah pelepasan. Pelesapan adalah penghilangan bagian tertentu yang sama dan sudah disebutkan sebelumnya.

Pelesapan biasanya terdapat pada kalimat majemuk rapatan. Kalimat majemuk rapatan adalah gabungan beberapa kalimat tunggal yang karena subjek, predikat, atau objeknya sama sehingga bagian yang sama disebutkan hanya sekali.

g. Penggunaan Akhiran -i dan akhiran -kan pada Teks Prosedur Akhiran -i dipakai jika objek dalam kalimat tidak bergerak. Akhiran -kan dipakai jika objek bergerak.

 

D. Menulis dan Memperagakan Teks Prosedur

Cara Menulis Teks Prosedur

1. Judul

2. Pengantar yang menyatakan tujuan penulis

3. Bahan atau alat untuk melaksanakan suatu prosedur

4. Langkah atau tahapan dengan urutan yang benar

5. Penutup

BAB 3 Mewariskan Budaya Melalui Teks Prosedur (Lanjutan)

 

B. Menyimpulkan Isi Teks Prosedur

 

Menyimpulkan Urutan Langkah Teks Prosedur

Di dalam menyimpulkan urutan langkah teks prosedur, kita harus mengetahui isi dari teks prosedur itu sendiri. Bagaimana cara melakukan, bagaimana cara membuat, bagaimana cara, dan seterusnya.

 

Memperagakan Hasil Simpulan Teks Prosedur

Setelah semua cara ditulis dan disimpulkan, kita harus memperagakan supaya tutorial yang diberikan pada teks prosedur bisa dipahami dengan baik.

 

C. Menelaah Struktur dan Bahasa pada Teks Prosedur

 

Jenis Jenis Teks Prosedur

1. Teks prosedur sederhana: Teks prosedur ini sangatlah simple, karena hanya terdiri dari 2 atau 3 langkah saja. Contohnya adalah cara menghidupkan kompor gas.

2. Teks prosedur kompleks: Teks prosedur ini terdiri dari beberapa langkah, karena lebih kompleks. Contohnya adalah cara pembayaran pajak.

3. Teks prosedur protokol: Teks prosedur yang lebih sederhana lagi ialah teks prosedur protokol. Contohnya adalah cara menyalakan komputer.

 

Struktur Teks Prosedur

1. Tujuan: Berisikan tentang hasil akhir dari teks prosedur tersebut.

2. Material: Berisikan syarat, langkah, atau apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

3. Langkah Langkah: Berisikan tentang langkah langkah, step by step yang harus dilakukan.

4. Penutup: Penutup bukanlah hal yang wajib, tapi bagian ini menjadi penekanan pada keuntungan dan ucapan selamat.

 

Menelaah Penggunaan Bahasa dalam Teks Prosedur

a. Penggunaan Kalimat Perintah: Teks prosedur biasanya akan menggunakan kalimat perintah di dalam teksnya. Contohnya adalah Posisikan tubuh sejajar dengan monitor.

b. Penggunaan Bentuk Pasif: Instruksi atau panduan dapat diberikan dalam bentuk pasif jika kita ingin berbicara tentang proses, yaitu bagaimana sesuatu dibuat atau dilaksanakan, bukan tentang bagaimana membuat atau melakukan sesuatu. Penggunaan bentuk pasif dalam teks prosedur biasanya untuk memberi saran tambahan atau peringatan supaya tidak terjadi kesalahan fatal atau membahayakan.

c. Penggunaan Kriteria atau Batasan: Teks prosedur dibuat agar orang bias melakukan seperti apa yang ditulis. Oleh karena itu, kalimat pada teks prosedur harus rinci dan jelas batasannya. Contohnya adalah Angkat kaki kanan setinggi lutut. Kata “Setinggi lutut” adalah sebuah batasan.

BAB 3 Mewariskan Budaya Melalui Teks Prosedur

 

Teks Prosedur

Teks prosedur mempunyai peranan yang sangat penting di dalam mewariskan suatu

budaya ke generasi yang lebih muda. Bayangkan saja, tanpa adanya teks prosedur yang terjadi adalah banyaknya budaya dan kreasi yang luntur begitu saja. Dengan adanya teks prosedur pula, orang orang jadi lebih mudah mempelajari sesuatu hal tanpa perlu repot repot mencari guru atau pembimbing. Di dalam kehidupan sehari hari, kita sering menjumpai teks prosedur, teks petunjuk, teks instruksi, dan teks panduan. Teks jenis ini lah yang banyak sekali membantu manusia dalam mempelajari hal. Dalam rangkuman bab ini, kita akan menelusuri bagaimana teks prosedur itu secara mendalam dan ringkas.

 

A. Mengidentifikasi Ciri Teks Prosedur

Kita harus mengetahui prinsip prinsip teks prosedur supaya prosedur yang dituangkan ke dalam teks bisa secara tepat dan akurat. Ada beberapa jenis teks prosedur, untuk  engetahui jenis teks prosedur tersebut, kamu bisa melakukan langkah langkah berikut ini.

 

Mengidentifikasi Tujuan Teks Prosedur

Tujuan teks prosedur itu dibuat untuk apa. Contoh: Memandu orang yang akan

memainkan angklung dengan langkah yang urut, cara membuat roti lembut yang

benar, dan lain sebagainya.

 

Mengidentifikasi Bahasa dalam Teks Prosedur

Daftarlah penggunaan kalimat perintah, saran, dan larangan pada sebuah teks prosedur. Contoh, ambil 5 potong akar kelapa hijau masing masing 4 cm. Daftarlah penggunaan kata yang menunjukan ukuran. Contoh, 600 cc air, 4 cm, dan lain sebagainya. Daftarlah kalimat yang menunjukkan panduan cara melakukan kegiatan secara akurat. Contoh, Rebus dengan anco yang telah dibuang bijinya sehingga air tersisa 300cc.

 

Mengidentifikasikan Jenis Teks Prosedur

Dari segi tujuannya teks prosedur adalah memandu orang untuk bisa melakukan

sesuai prosedur untuk menghasilkan atau melakukan sesuatu. Berdasarkan tujuannya, teks prosedur dibagi menjadi 3 jenis, yaitu.

● Teks prosedur untuk memandu cara menggunakan atau memainkan suatu alat. (cara memainkan suatu alat musik, cara menggunakan alat)

● Teks prosedur untuk memandu cara membuat (ada bahan, cara, dan langkah).

● Teks prosedur untuk memandu cara melakukan sebuah kegiatan (cara menari, cara melakukan senam).

 

Ciri Ciri Teks Prosedur

● Panduan langkah langkah yang harus dilakukan

● Aturan atau batasan dalam hal bahan atau kegiatan dalam melakukan kegiatan

● Isi kegiatan yang dilakukan secara urut. Jika tidak urut, berarti disebut sebagai tips

Ciri Bahasa yang Digunakan

● Kalimat perintah karena pada teks prosedur pembaca berfokus untuk melakukan suatu kegiatan.

● Selain kalimat perintah juga diberikan saran dan larangan agar diperoleh hasil maksimal pada waktu menggunakan atau membuat.

● Penggunaan kata dengan ukuran akurat. Semisal sebagai contoh ( ¼ tepung, 5 buah rimpang kunyit).

● Menggunakan kelompok kalimat dengan batasan yang jelas. Contoh (rebus hingga menjadi bubur, lipat bagian ujung kanan sehingga membentuk segitiga sama kaki).

BAB 2 Memahami dan Mencipta Cerita Fantasi (Lanjutan)

 

1.      Ciri kebahasaan pada Cerita Fantasi

● Penggunaan kata ganti orang pertama ataupun orang kedua dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan (aku, mereka, dia, Erza, Doni)

● Penggunaan kata yang mencerap panca indra untuk deskripsi latar (tempat, waktu, suasana) Contoh: Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan berlian bertaburan di dinding rumah itu.

 

D. Menyajikan Cerita Fantasi

Berikut ini adalah langkah langkah dalam menyajikan cerita fantasi yang baik dan benar.

Merencanakan Cerita

● Menemukan Ide Penulisan: Menemukan ide dengan mengamati objek nyata lalu diberi imajinasi.

● Penggalian Ide Cerita Fantasi dari Membaca: Ide cerita fantasi juga dapat diperoleh melalui membaca buku pengetahuan/buku ilmiah tentang ruang angkasa, hewan langka, biografi tokoh dan seterusnya.

● Membuat Rangkaian Peristiwa: Dari ide yang sudah kamu temukan, buatlah rangkaian peristiwa sehingga tercipta cerita fantasi yang unik.

● Mengembangkan Cerita Fantasi: Setelah rangkaian peristiwa sudah terbentuk, selanjutnya kembangkanlah watak tokoh, latar, dialog antar tokoh, dan lain sebagainya.

 

Menulis cerita Fantasi

1. Merencanakan

2. Mengembangkan produk

3. Memberi judul yang menarik

4. Menelaah untuk merevisi

5. Memublikasikan

BAB 2 Memahami dan Mencipta Cerita Fantasi (Lanjutan)

 Jenis Jenis Cerita Fantasi

1.      Cerita Fantasi Total: Pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua

tidak terjadi dalam dunia nyata.

2.      Cerita Fantasi Irisan: Cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih

menggunakan nama nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat

yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata.

3.      Cerita Fantasi Sezaman dan Lintas Waktu: Latar sezaman berarti latar yang

digunakan satu masa. Sedangkan untuk lintas waktu adalah berarti cerita fantasi

menggunakan dua latar waktu yang berbeda.

 

B. Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi yang Dibaca/Didengar

Menentukan tokoh, latar, dan urutan peristiwa: tokoh, latar, dan urutan peristiwa

cerita fantasi. Menentukan unsur instrinsik cerita: nama tokoh, watak tokoh, alur cerita, pesan dan moral. Menceritakan isi cerita fantasi dengan bahasa yang sederhana.

 

C. Menelaah Struktur dan Bahasa Cerita Fantasi

Menelaah Struktur Cerita Fantasi Struktur pada cerita dapat memudahkan pembaca untuk mengidentifikasi dan menganalisis cerita tersebut. Terbagi menjadi 3 – 4 struktur di cerita fantasi. Diantaranya ialah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.

·         Orientasi: Pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik. Orientasi biasanya

terletak di depan cerita sehingga akan memberikan sedikit gambaran mengenai

cerita yang akan diangkat nantinya.

·         Komplikasi: Berisi hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga

masalah itu memuncak.

·         Resolusi: Berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi (masalah mulai

mereda).

 

1.      Ragam Alur Cerita

Garis besar rangkaian peristiwa merupakan sebuah cerita atau rangkaian jalinan

(alur/plot) cerita biasanya mengikuti pola seperti bagan di bawah ini. Secara garis

besar urutan cerita digambarkan berikut. Alur cerita dimulai dengan orientasi hingga kemudian meningkat ke puncak cerita (klimaks). Ketika di dalam cerita sudah menemukan titik solusi, maka cerita akan mengalami resolusi yang berujung koda.

·         Bagian Awal Sering juga disebut bagian pengenalan (orientasi), fungsinya adalah

mengantarkan cerita. Pada bagian ini dikenalkan latar cerita, tokoh dan watak-wataknya). Bagian ini wajib ada, pasalnya di bagian inilah cerita mulai

diperkenalkan kepada pembaca.

·         Bagian Tengah

Merupakan rangkaian kejadian/peristiwa hingga ke bagian klimaks atau inti cerita.

Saat masalah utama diceritakan, bagian ini diawali dengan rangkaian kejadian yang

menuju ke puncak masalah. Rangkaian kejadian datang secara bertahap hingga

berada di level tertingginya. Bagian tengah adalah bagian pada cerita yang paling

seru dan menarik.

·         Bagian Akhir

Bagian ini menjawab masalah utama, tentu saja dijawab dalam bentuk rangkaian

peristiwa/kejadian juga. Bagian terakhir adalah kesimpulan dan penutup cerita.

Bagian ini biasanya berupa resolusi dan koda. Cerita di bagian akhir bisa

dimenangkan oleh tokoh antagonis ataupun protagonis. Bagian akhir biasanya

bukan benar benar akhir dari cerita. Ada juga cerita fantasi yang memiliki kelanjutan

cerita mereka.

BAB 4 Menyibak Ilmu dalam Laporan Hasil Observasi (Lanjutan)

  Menelaah Bahasa pada Teks Laporan Hasil Observasi 1. Mendaftar istilah pada teks hasil observasi: Istilah adalah kata atau gabungan kat...