Sabtu, 07 Agustus 2021

BAB 2 Memahami dan Mencipta Cerita Fantasi

 

Memahami dan Mencipta Cerita Fantasi

Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat penting untuk

1melatih kreativitas. Berfantasi secara aktif bisa mengasah kreativitas. Di Indonesia

kita memiliki penulis hebat yang menulis berbagai cerita fantasi. Di antara penulis hebat cerita fantasi itu adalah Ugi Agustono dan Joko Lelono. Ugi Agustono menulis cerita fantasi berdasarkan pengamatan terhadap komodo dan suasana di pulau Komodo. Joko Lelono juga menulis cerita fantasi dengan nuansa lokal. Fantasi Aktif adalah fantasi yang dikendalikan oleh pikiran dan kemauan. Contohnya adalah Seorang perancang, pelukis, dan penulis.

Fantasi Pasif adalah fantasi yang tidak dikendalikan, jadi seolah-olah orang yang berfantasi hanya pasif sebagai wadah tanggapan-tanggapan. Contohnya adalah melamun.

 

A. Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi

● Mengidentifikasi karakteristik unsur pembangun cerita fantasi

● Identifikasi tokoh

● Identifikasi rangkaian peristiwa

● Identifikasi sumber cerita

● Latar cerita

● Keajaiban dalam cerita

 

Ciri Umum Teks Narasi

● Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/peristiwa.

● Alur adalah rangkaian peristiwa yang dalam cerita tersebut.

● Rangkaian peristiwa dalam cerita digerakkan dengan hukum sebab-akibat.

● Cerita berkembang dari tahap pengenalan (apa, siapa, dan di mana kejadian terjadi), timbulnya pertentangan, dan penyelesaian/akhir cerita. Rangkain cerita ini disebut alur.

● Tema dapat dirumuskan dari rangkaian peristiwa pada alur cerita.

● Narasi memiliki tema atau ide dasar cerita yang menjadi pusat pengembangan cerita.

● Tokoh dan watak tokoh merupakan unsur cerita yang mengalami rangkaian peristiwa.

● Amanat merupakan unsur cerita yang menjadi pesan pengarang melalui ceritanya.

● Amanat berkaitan dengan nilai nilai kehidupan yang dapat disimpulkan dari isi cerita.

 

Ciri Umum Cerita fantasi Sebagai Teks Narasi Adanya eajaiban/ keanehan/ kemisteriusan: Cerita mengungkapkan hal hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Ide cerita terbuka terhadap daya khayal penulis: Ide berupa irisan dunia nyata dan dunia khayalan yang diciptakan oleh pengarang. Ide cerita biasanya bersifat sederhana tapi memiliki makna yang sangat dalam. Tema cerita fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik. Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu): Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu.

 

Tokoh unik (memiliki kesaktian): Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari hari. Tokoh memiliki kesaktian

kesaktian tertentu. Tokoh dapat ada pada seting waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang/ futuristik).

 

Bersifat fiksi: Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa

diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi. Bahasa: Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB 4 Menyibak Ilmu dalam Laporan Hasil Observasi (Lanjutan)

  Menelaah Bahasa pada Teks Laporan Hasil Observasi 1. Mendaftar istilah pada teks hasil observasi: Istilah adalah kata atau gabungan kat...